Rabu, 14 Januari 2009

fc>ASOSIALISASI ALUMNI SMP NEGERI 2 BOJONEGORO


Pada tanggal 30 desember 2008 lalu tepatnya hari selasa,smp negeri 2 bojonegoro kedatangan tamu spesial yaitu Alumni dari Smp Negeri 2 Bojonegoro yang sekarang melanjutkan sekolah di SMA taruna Nusantara.namanya dian angga dwi. S.panggilanya saja kak dian berkelahiran di bojonegoro 12 februari 1993.gadis cantik itu bertempat tinggal di JL.RAYA Mojodeso No.2 kec kapas kab bojonegoro.puteri dari bapak subekti dan ibu lilik setyoumi itu memang bercita2 untuk sekolah di SMA TARUNA.katanya,sih sekolah di SMA TARUNA itu harus kuat mental.banyak peraturan yang kamu harus taati.tujuan kak dian datang ke smp negeri 2 bojonegoro adalah untuk bersosialisasi dengan para guru dan juga murid2 smpn 2 bojonegoro.kak dian menjelaskan bagaimana cara pendaftaran di SMA TARUNA dan kak dian juga menjelaskan visi dan misi SMA TARUNA,selain itu juga di jelaskan fasilitas apa saja yang tersedia disana.setelah sosialisasi itu wakil dari Tim IT 9G wawancara dengan kak dian.diantaranya

1. Bagaimana perasaan kakak ketika pertama kali masuk ke SMA TARUNA???

jawab; ''senang,bangga,dan tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.

2. Apa yang menjadi kendala kakak di SMA TARUNA?

Jawab; banyak kegiatan dan kurang bisa mengatur waktu

3. Apa motivasi kakak selama di SMA TARUNA?

Jawab; kepengin lebih mandiri dan disiplin dalam waktu.

4. Apa harapan kakak selama masih berada di SMA TARUNA?

Jawab; Sya ingin menjadi lebih baik kemasa depan dan ingin membanggakan orang tua dengan prestasi yang insyaalah dapat saya raih.AMIIEN

5. Apa prinsip yang ada dalam diri kakak????

Jawab; saya akan melangkah lebih maju dan lebih berprestasi di masa depan.

dari pertanyaan itu kita pasti tau bahwa segala tujuan akan tercapai dengan kerja keras dan juga semangat.ternyata kak dian begitu semangat dengan cita2nya untuk menjadi orang yang sukses.kita patut untuk mencontohnya.

Selasa, 23 Desember 2008

fc>PaK rasmadi beraksi kembali dan menjadi juara


Setelah nenjadi juara,pak rasmadi beraksi kembali....menjadi juara2 se jatim..
dan "5 Guru RSBI di 
kirim Bimtek ke Surabaya tgl 9 s/d 19 desember 2008"
aq bangga sekali mempunyai guru yang dapat membanggakan sekolah kita.. tidak hanya bangga''' hal tersebut juga patut kita tiru...karena keberhasilannya itu kita harus menjadi pemicu...
kita semua harus menjadi murid yang seimbang dengan kerja ilmiah guru yang tak kenal lelah membimbing kita dari pagi hingga sore...semoga kita tidak hanya bangga tetapi kita juga harus bisa menirunya...

karena karya ilmiahnya luar biasa motivasi bagaimana cara mengajar dengan leluconnya sangat membangkitkan semangat belajar kita,,walaupun sudah sore.....

Senin, 24 November 2008

KASEK BESERTA IBU SMPN2 BOJONEGORO CJH2008


Ketika orang banyak mengatakan krisis ekonomi jilid kedua telah dihembuskan di persadaa negeri yang kita cintai dgn krisis Rupiah yang banyak terasa di elit ekonomi ,maka di kalangan para pendidikan pemerhati pendidikan justru ingin menyempurnakan rukun islamnya guna menunaikan ibadah haji betapa tidak sedikit yang harus ia keluarkan hanya dengan rupiah antara 25 juta hingga 32 juta hanya ingin mendekatkan diri kepada yang maha Khaliq di tanah suci Mekkah dan medinah Al-munawaroh.

Drs BB Sutedjo beserta ibu dengan semangat serta dengan perasaan deg-deggan.ketika pak haji menjelasakan segala bekal yang harus ia bawa pun beranjak guna untuk menyiapkan seperti halnya yang dijelaskan pada salah satu guru yang bernama Hj wiwik pamuji yang keseharian mengajar di Salah satu SMAN Favorit di bojonegoro yang kebetulan berangkat jamaah haji pada tahun 2004.semoga Drs BB Sutedjo bserta keluarganya diberikan taufik hidayah dan amanah yang sebesar-sebesarnya.semoga bisa berangkat dan pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur........AMIEEEENNN

SMP N 2 BOJONEGORO RAIH JUARA 1 ??!!


Dalam rangka seleksi karya ilmiah tingkat kabupaten pada tanggal 20 Oktober kemarin di helat lomba karya ilmiah tingkat SD, SMP, SMA sekabupaten Bojonegoro yang hasilnya dimenangkan oleh SMP N 2 Bojonegoro atas nama Rasmadi, SPd pada tingkat SMP dengan judul “Penggunaan Koran Lisan” Pada presentasinya di depan juri kemarin Rasmadi mampu menjelaskan secara detail karyanya setebal 50 halaman yang berisi inovasi alat peraga fisika dan ternyata yang dimaksud Koran Lisan adalah Kotak Rangkaian Listrik Antik. Menurut Rasmadi yang di maksud Antik karena bisa diperoleh dari barang bekas dan dengan biaya yang sangat murah. Alat tersebut untuk membantu siswa dalam memahami hukum Ohm dan hukum Kirchoff. Menurut ketua forum ilmiah guru Bojonegoro Drs. Suwasto, MPd hasil seleksi ini sangat optimis menang di Jawa Timur. Pasalna, ini adalah temuan langka lagi pula kemasan tulisan serta presentasinya sangat baik. Sementara di tingkat SD dimenangkan oleh Drs. Sutrisno, MPd SDN Sumberagung Ngraho, sedang tingkat SMA diraih oleh Dra. Diyah Rumpinuji dari SMA Ngraho. Dalam hal ini panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan sebesar 2 Juta Rupiah untuk maju ke tingkat Jatim.

SMP N 2 BOJONEGORO RAIH JUARA 1 ??!!

Dalam rangka seleksi karya ilmiah tingkat kabupaten pada tanggal 20 Oktober kemarin di helat lomba karya ilmiah tingkat SD, SMP, SMA sekabupaten Bojonegoro yang hasilnya dimenangkan oleh SMP N 2 Bojonegoro atas nama Rasmadi, SPd pada tingkat SMP dengan judul “Penggunaan Koran Lisan” Pada presentasinya di depan juri kemarin Rasmadi mampu menjelaskan secara detail karyanya setebal 50 halaman yang berisi inovasi alat peraga fisika dan ternyata yang dimaksud Koran Lisan adalah Kotak Rangkaian Listrik Antik. Menurut Rasmadi yang di maksud Antik karena bisa diperoleh dari barang bekas dan dengan biaya yang sangat murah. Alat tersebut untuk membantu siswa dalam memahami hukum Ohm dan hukum Kirchoff. Menurut ketua forum ilmiah guru Bojonegoro Drs. Suwasto, MPd hasil seleksi ini sangat optimis menang di Jawa Timur. Pasalna, ini adalah temuan langka lagi pula kemasan tulisan serta presentasinya sangat baik. Sementara di tingkat SD dimenangkan oleh Drs. Sutrisno, MPd SDN Sumberagung Ngraho, sedang tingkat SMA diraih oleh Dra. Diyah Rumpinuji dari SMA Ngraho. Dalam hal ini panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan sebesar 2 Juta Rupiah untuk maju ke tingkat Jatim.

peristiwa 10 november di Surabaya


Peristiwa 10 November merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia dan Belanda. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya.NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.

Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai)juga ada pelopor muda seperti bung tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.